Blockchain News

UPH Buka Prodi TI Spesialis Blockchain, Mochtar Riady Nilai Penting Bagi Masa Depan

single-image

Fintexnews.com – Teknologi blockchain kian diakui di tanah air. Bahkan terakhir, Universitas Pelita Harapan (UPH) membuka program studi (prodi) Magister Teknik Informatika (TI) dengan salah satu spesialisasi yaitu blockchain.

Seperti dikatakan Founder Lippo Group Mochtar Riady, blockchain kini menjadi teknologi yang sangat penting khususnya untuk mencegah pemalsuan dan meningkatkan efisiensi dalam sistem keuangan. Oleh sebab itu Ia mengapresiasi langkah UPH memasukkan kurikulum blockchain.

Menurut salah satu taipan besar tanah air ini, teknologi blockchain bisa mencegah terjadinya pemalsuan. Sebab, barang apa pun bisa terdeteksi keasliannya. Misalnya dalam menentukan keaslian suatu obat.

“Kalau pemerintah sadar bahwa blockchain ini satu-satunya teknologi yang bisa membuat atau menghindari dari pemalsuan, serta meningkatkan efisiensi, maka jelas teknologi blockchain akan berkembang pesat di Indonesia,” kata Mochtar Riady dalam webinar pembukaan prodi TI di UPH, Sabtu 17 Juli 2021.

“Kita sudah menyaksikan bitcoin menggunakan blockchain sehingga bitcoin menjadi suatu alat pembayaran yang tidak bisa di-hack oleh siapapun juga. Ini sangat penting bagi perkembangan perekonomian dunia akan datang,” ujarnya.

Mochtar mengatakan blockchain harus melibatkan banyak orang atau pihak agar semakin kuat. Dia mencontohkan pemanfaatan blockchain di Tiongkok yang menjadikan cryptocurrency untuk Renminbi. Dampaknya, peredaran mata uang Renminbi akan diawasi semua pihak sehingga menjadi transparan.

“Dalam jangka panjang Renminbi akan menjadi satu-satunya currency yang bisa dipercayai seluruh dunia. Ini adalah suatu ancaman besar bagi US dollar (dolar Amerika Serikat) karena nantinya alat pembayaran Renminbi lewat sistem blockchain bisa menggantikan peranan US dollar sebagai alat pembayaran dunia sekarang,” kata Mochtar.

Menurut Mochtar, hal terpenting untuk mendorong penetrasi blockchain di Indonesia adalah pertama, harus didorong dari pemerintah, dan kedua, dimulai dari unit-unit kecil.

“Katakan Lippo, bisnis ini, mungkin kita bisa mulai menggunakan blockchain dalam pembukuan. Di situ bisa terus berkembang. Kalau setiap grup bisnis mempunyai pandangan begini, maka perkembangan, pertumbuhan teknologi blockchain akan sangat cepat,” katanya.

Prodi baru Magister Teknik Informatika UPH dibuka untuk 4 spesialisasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri 4.0. Keempat spesialisasi itu adalah Informatika Medis, Artificial Intelligence (AI), Komputasi Awan dan Teknologi Blockchain, serta Data Science.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPH, Pujianto Yugopuspito, mengatakan prodi Magister Teknik Informatika akan fokus pada pembelajaran untuk tujuan akademik, ilmiah, dan profesional.

Namun, tetap mengutamakan pengembangan kemampuan individu dan terarah kepada teknologi informasi terkini. Pelaksanaan pembelajaran akan dilakukan dengan dua jalur yaitu mata kuliah reguler dan berbasiskan penelitian.

“Kehadiran prodi ini diharapkan bisa mempercepat, memperkuat nuansa center of excellence in informatics. Kita ingin Fakultas Ilmu Komputer menjadi pusat unggulan dalam teknologi informasi,” kata Pujianto.

img-ads

You may also like

img-ads