Market Stok

Cara Beli Saham Perusahaan Luar Negeri yang Aman dan Tak Langgar Hukum

single-image

Fintexnews.com – Membeli saham perusahaan asing di bursa efek luar negeri tidak segampang membeli saham di pasar bursa dalam negeri. Bahkan ada yang bilang cukup ribet.

Padahal, ada banyak perusahaan besar di luar negeri yang secara fundamental performa saham mereka sangat menggiurkan. Misalnya saham Microsoft, Google, Apple, dan lain sebagainya.

Kalian tentu bermimpi bisa membeli saham-saham itu. Masalahnya selama ini tidak semua orang paham cara membelinya. Ini sangat wajar mengingat Bursa Efek Indonesia (BEI) belum memiliki jaringan bursa di luar negeri, sehinga saham-saham perusahaan besar tersebut tidak listing di pasar saham Indonesia.

Tapi bukan berarti kalian yang di Indonesia tidak memiliki kesempatan membeli saham di bursa luar negeri itu. Bisa-bisa saja, apalagi di era teknologi seperti sekarang ini semuanya serba online dan sangat memungkinkan.

Sekarang ini, bursa saham luar negeri sudah bisa diakses secara online. Sehingga pergerakan sahamnya bisa dipantau dengan mudah. Selain itu, banyak juga broker atau manajer investasi (MI) asing yang menyediakan website dan aplikasi pembelian khusus bagi investor asing.

Lewat cara online di official website maupun aplikasi itu, cara membeli saham asing pun menjadi mudah–semudah membeli saham di dalam negeri. Membeli saham luar negeri ini, ada yang bilang jadi salah satu cara untuk diversifikasi global.

Dengan bisa melakukan pembelian saham di berbagai negara, kalian memiliki kesempatan diversifikasi portofolio, yang dalam situasi dunia penuh ketidakpastian menjadi sangat penting.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara membeli saham luar negeri yang aman dan legal? Berikut ini sejumlah cara yang disarikan dari berbagai sumber:

1. Cari lalu Daftar broker Internasional

Cara beli saham dari broker internasional tidak berbeda seperti beli saham di dalam negeri. Mayoritas broker saham di Luar Negeri tidak menerima nasabah dari luar negara mereka beroperasi. Tetapi ada beberapa broker yang tetap menerimanya. Cara yang pertama yaitu pilih broker online.

Banyak broker online internasional yang dapat digunakan di Indonesia dan terpercaya. Contohnya yang populer ada Robinhood, eToro, Interactive Broker, Pluang, dan lain lain. Kemudian, daftar dan bikin akun di sekuritas tersebut. Top up ke rekening saham tersebut kemudian kamu sudah bisa transaksi jual beli saham.

Namun, ada hal yang berbeda dibandingin sama bikin akun sekuritas di Indonesia. Untuk membuat akun rekening saham di luar negeri, terutama Amerika Serikat, kamu perlu mengisi formulir terkait pelaporan dan pemotongan pajak di Amerika untuk warga negara asing.

Jadi, kalau di Amerika, warga negara asing akan dikenakan pajak yang lumayan besar yaitu sekitar 30 persen dari penghasilan yang mereka terima dari hasil investasi atau keuntungan bisnis di Amerika.

Jangan lupa bahwa setiap broker punya kebijakan masing masing. Kamu harus melengkapi semua persyaratan mengenai data diri yang berlaku agar akunmu bisa lebih cepat diterima.

Semua persyaratan berupa data diri lengkap itu demi keamanan dan kepercayaan antara investor dan broker. Jika data diri dan persyaratan sudah lengkap dan rekening saham sudah diterima, maka kamu sudah siap bertransaksi.

2. Reksa dana Portofolio Saham Luar Negeri

Cara kedua adalah beli reksa dana dari manajer investasi Indonesia yang sebagian portofolionya adalah saham luar negeri. Ada beberapa portofolio reksa dana yang isinya adalah saham saham perusahaan luar negeri.

Contohnya, Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar yang isi portofolionya termasuk Alibaba, Apple, Facebook, Nike, Microsoft, dan lain lain.

Namun memang kekurangannya adalah kita tidak bisa membeli sahamnya satuan, harus satu paket dalam bentuk produk reksa dana. Tapi tenang aja, harganya bisa jauh lebih murah dibanding beli semua sahamnya satuan.

Metode ini adalah metode paling mudah karena kamu tidak perlu membuat akun rekening saham luar negeri. Selain itu, regulasi dan aturan reksa dana juga lebih jelas dan aman karena sudah diawasi dan dilindungi oleh OJK.

Kamu tinggal beli produk reksa dana di aplikasi populer yang sudah tersedia seperti bareksa, bibit, ajaib, dan lain lain. Jika kamu berminat membeli produk investasi reksa dana, jangan lupa cek portofolio investasi reksa dana yang kamu beli. Jangan hanya asal beli tapi tidak tahu produknya apa saja.

3. Membeli CFD

Contract for Difference (CFD) adalah semacam kontrak perjanjian antara investor dengan broker. Kontrak ini melibatkan trading perubahan harga aset keuangan (seperti saham, indeks, mata uang, komoditas, dan lain-lain) dari saat kontrak CFD dagangan dibuka hingga saat ia disimpulkan.

CFD adalah derivatif kerana nilainya didasarkan pada harga suatu aset tertentu misalnya Indeks saham, komoditas atau pasaran

Jadi, CFD adalah kontrak perjanjian antara kamu dengan perusahaan broker yang dimana isinya adalah pembelian aset keuangan yang nilainya mengikuti atau berpatok pada aset tertentu.

Jadi jika harga aset tersebut naik atau turun, investor bisa menjual kembali kontrak perjanjian CFD tersebut kepada broker dan broker akan membeli surat tersebut sesuai dengan harga aset yang dijadikan patokan.

Dari penjelasan tersebut, sebenarnya kamu tidak membeli saham tersebut secara langsung, melainkan kamu membeli surat kontrak yang harganya dipatok dengan pergerakan nilai saham tertentu.

Yang perlu kamu ketahui, metode CFD ini tidak diregulasikan secara resmi di Amerika. Bahkan, instrumen investasi ini ilegal di beberapa negara. Sedangkan di indonesia sendiri belum ada regulasi atau aturan dari OJK, KSEI maupun BAPPEBTI mengenai instrumen investasi ini.

Artinya, instrumen ini tidak ada pengawasan yang ketat dari lembaga pengawas keuangan, sehingga perjanjian ini mengandalkan kepercayaan investor kepada broker dan surat perjanjian tersebut berlaku antara investor dan broker.

img-ads

You may also like

img-ads