Advice Cryptocurrency Investment

Cerita Dhani Chaniago, Musisi Bali yang Mulai Ketagihan Ivestasi Crypto

single-image

Fintexnews.com – Hidup memang harus kreatif, terutama bicara ekonomi: tentang pendapatan atau penghasilan. Apalagi di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dimana segala sektor perekonomian sedang mengalami badai ujian maha berat.

Nah, bagi kalian yang ingin mencari alternatif sumber penghasilan baru, simak cerita dari Dhani Chaniago, musisi sekaligus pelaku industri kreatif di Bali yang kini mulai merasakan legitnya bermain cryprocurrency. Dhani bahkan sekarang mengaku ketagihan.

Dalam Channel Fintexnews di Youtube, Dhani sempat bicara panjang lebar dengan Karina Azzahra. Ia mengatakan Pandemi sekarang ini serba susah mencari pendapatan. Namun pada akhirnya, Ia menemukan labuhan baru sebagai alternatif income, yakni trading di cryptocurrency.

Youtube: Bincang Santai Bersama Dhani

“Sekarang lagi asyik mencari cuan. Pinginnya, rebahan aja tapi uang tetap mengalir. Sekarang lagi sibuk trading, mulai Februari kemarin tepatnya Saya mulai trading di cryptocurrency,” kata Dhani membuka obrolan.

Lalu kenapa memilih trading crypto?

“Ya alasannya simpel sih, cari duit. Selama pandemi ini memang lagi di rumah aja. Selama ini kan bekerjanya lebih banyak di lapangan ya. Event kan pekerjaannya di lapangan,” katanya.

“Ketika posisinya pandemi begini bagaimana tetap beraktivitas tetapi menghasilkan duit gitu lho. Nah, di masa pandemi begini ternyata terasa banget di dunia digital itu peluangnya banyak,” ujar Dhani melanjutkan.

Menurut dia, banyak hal yang bisa digali di dunia gital, salah satunya trading crypto. Ia berpikir di masa pagebluk ini, dimana orang-orang dipaksa di rumah saja, tidak bisa hanya mengandalkan satu profesi atau pekerjaan saja. Terutama orang yang pekerjaannya di lapangan.

Orang sekarang harus kreatif berpikir sumber income baru dan tak alergi pada investasi, terutama pada aset uang digital seperti crypto. Dhani misalnya, pada akhirnya memahami kalau trading crypto tidak hanya bicara cuan–menambah income–jangka pendek, melainkan juga bicara tentang investasi masa depan (future investment).

Ketertarikan pada crypto, Ia menceritakan, sebenarnya belum lama juga. Meskipun begitu, Dhani sudah mengenal dunia trading jauh sebelum pandemi. Hanya saja saat itu awalnya hanya bermain di Forex. “Saya menggeluti dunia forex lumayan lama juga ada sekitar 2-3 tahun. Tapi boncos hasilnya,” katanya.

Pada Desember 2020 Ia mulai mengenal crypto. Ia terus belajar dan mengamati salah satu trader tanah air, Kapten Crypto. Waktu itu belum tertarik. Ia lagi-lagi masih memilih akan bermain saham saja ketimbang crypto.

Sampai pada akhirnya ketika mau mendaftar di aplikasi saham, entah kenapa dia tidak bisa login. Banyak berpikir, salah satunya pertimbangan daripada boncos terus akhirnya mengalihkan pikiran pada instrumen investasi lain. Pada Februari 2021, Ia mantap memutuskan bermain crypto.

“Awalnya lihat dia dulu (Kapten Crypto) beli di BnB (Binance Coin). Menganalisis dulu. Naik terus nih. Akhirnya Februari saya beli crypto. Alhamdulillah koin yang saya beli naik 200 persen. Akhirnya jadi ketagihan terus.”

Berani mengambil resiko

Menurut Dhani, dalam trading crypto harus betul-betul menjaga manajemen uang (money management), kemudian menata mental dan psikologi. Ini menjawab pertanyaan terkait kekhawatiran resiko trading crypto gegara volatilitasnya yang tinggi.

“Saya sebenarnya juga siap sih dengan resiko. Crypto itu kan koinnya masih ada, hanya nilainya yang menurun. Nanti kalau comeback kembali lagi. Aslinya, harusnya sih aman. Tapi kan mau tidak mau kalau ada resiko harus diambil, semua bisnis ada resikonya,” ujarnya sambil menegaskan kalau coin favoritnya BNB, kemudian Cardano (AD) dan ALICE.

Dalam trading, Dhani prinsipnya memilih menjadi peternak crypto. Jadi setiap coin yang dibeli dan menghasilkan akan ditahan (hold) lebih dulu. Hasil dari koin tersebut tidak pernah dijadikan uang lagi. “Setiap yang profit apapun saya belikan koin lainnya. Itu yang saya lakukan,” ujarnya.

“Tapi ada juga, saya spot untuk trading harian. Itu biasanya Saya beli satu koin di hari itu, lalu Saya cairkan lagi. Intinya Alhamdulillah money manajemen di crypto ini lebih baik lah di banding di forex,” katanya.

Dhani kemudian memberikan tips trading bagi para pemula. Dhani biasanya akan menahan koin-koin yang fundamentalnya baik. Artinya koin-koin ini biasanya untuk investasi jangka panjangnya. “Tapi saya juga main di alternatif coin. Biasanya untuk harian, malam-malam Saya cari koin yang turunya 20 persen saya beli, itu harapannya besok sudah naik. Simpel banget.”

“Untuk future Saya tetap analisis. Tapi saya lebih menjaga money manajemennya sih. Saya sempat loss untuk futurenya. Manusia kan serakah, maunya untung gede. Akhirnya ujung-ujungnya boncos,” katanya tertawa.

Belakangan Dhani tidak seperti itu lagi. Ia kembali menata money management lebih baik lagi. “Kalau untung sudah cukup dijaga, jangan serakah,” katanya.

Lebih dari itu, Dhani lantas menutup obrolannya dengan pesan begini bagi para pemula: “Poinnya jangan menyerah. Memang hidup sekarang lebih susah, lebih berat. Mau tidak mau ada beberapa sektor yang berat. Apalagi Bali, bisa dibilang 80 persen dari pariwisata incomenya. Sekarang merugi. Nah jangan menyerah, ada cara lain mencari cuan.”

img-ads

You may also like

img-ads