Market News Stok

Duh, IHSG Loyo Ditutup Memerah Dalam Pedagangan Hari Ini

single-image

Fintexnews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lemes lagi dalam penutupan perdagangan hari ini, Jumat 27 Agustus 2021. Melemahnya IHSG hari ini mendorong market untuk menahan diri.

Pelemahan IHSG sebesar 0,42 persen ke level 6.032,83 pada penutupan sesi pertama. Sementara sepanjang perdagangan siang ini, IHSG juga tidak moncer-moncer amat, bergerak dalam jangkauan level terendah 6.021,95 hingga level tertinggi 6.066,49.

Pelemahan ini sudah diprediksi sejak kemarin. Pengamat Pasar Modal Rovandi dalam diskusi daring Kamis 26 Agustus 2021, sempat mengatakan market saat ini sedang menunggu terkait tapering off the feed.

“Sekarang ini saya melihat market sedang menunggu keputusan penting terkait tapering off The Fed,” katanya, seperti dikutip dari situs IDXChannel.com.

Sebelumnya, diberitakan Bank Indonesia (BI) sedang melihat normalisasi kebijakan moneter The Federal Reserve yang berpotensi menahan masuknya arus modal asing ke dalam negeri.

Untuk itu, BI berencana untuk melakukan stress test untuk mengantisipasi efek normalisasi kebijakan moneter (tapering off) bank sentral Amerika Serikat (AS), yang tentu akan berdampak pada pasar modal dunia.

Seperti diketahui, membaiknya kondisi perekonomian AS membuat The Fed melemparkan sinyal untuk melakukan pengurangan stimulus moneter, yang memberi kekhawatiran hengkangnya arus modal asing dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Rovandi menjelaskan, jika tapering off The Fed ini terjadi maka akan berdampak pada banyaknya perubahan dan goncangan pada pasar saham.

“Tapi kita masih optimis ini masih akan jauh karena bahwasannya banyak data-data ekonomi dari analis Amerika Serikat yang melihat Bank Central tidak terburu-buru dalam mengumumkan tapering tersebut,” katanya menegaskan.

Dalam perdagangan hari ini, puluhan miliar rupiah dana asing disuntikkan ke dalam pasar saham domestik. Per jeda siang, nilai beli bersih asing telah terhimpun Rp 35,64 miliar. Nilai tersebut setara dengan net buy Rp 523,95 miliar dalam sepekan.

Sejumlah Rp 12,84 miliar saham diperdagangkan hari ini dengan frekuensi 834.162 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp 5,72 triliun.

Pergerakan saham yang terpantau meliputi 189 saham naik, 289 saham turun, dan 158 saham lainnya stagnan. Bukan cuma saham perusahaan dalam negeri saja yang loyo hari ini, namun dua saham asing pun sama, Nikkei turun 0,49 dan Strait Times turun 0,81 persen.

Sementara itu, Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie W Prasetio menuturkan, saat ini rencana tapering off menjadi perhatian investor, termasuk di Indonesia. Dimana tapering dikhawatirkan bisa menjadi sentimen negatif untuk emerging market.

“Tapering ini ditakutkan bisa menjadi sebuah sentimen yang negatif untuk emerging market. Karena kalau kita lihat di taper tantrum tahun 2013, IHSG sempat mengalami penurunan yang cukup dalam,” katanya beberapa waktu lalu.

Frankie menjelaskan, tapering off menjadi salah satu pilihan yang dilakukan The Fed untuk mengontrol inflasi di Amerika Serikat (AS). Di mana, satu bulan lalu inflasi di AS mencapai 5,4 persen. Sementara itu, inflasi juga menjadi momok yang menakutkan.

img-ads

You may also like

img-ads