Market News Stok

Ealah! IHSG Disinyalir Masih Akan Melemah Beberapa Hari Kedepan

single-image

Fintexnews.com – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih akan berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Meskipun, dalam perdagangan hari ini, Kamis 12 Agustus 2021, IHSG dibuka menguat 3 poin atau 0,06 persen di level 6.092. Apakah kondisi itu bakal berlangsung lama?

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi bahwa IHSG memiliki potensi untuk kembali mengalami tekanan pada perdagangan hari ini.

“Setelah sebelumnya sektor teknologi, infrastruktur, dan transportasi memimpin pelemahan indeks sektoral,” ujarnya dalam riset harian, Kamis 12 Agustus 2021.

Lanjar menambahkan, para investor mendapat trigger negatif dari PPKM yang terus diperpanjang. Selain itu, juga data indeks keyakinan konsumen bulan Juli yang turun cukup signifikan serta, penjualan eceran yang tumbuh melambat jauh dari ekspektasi.

Secara global, investor terus mengevaluasi implikasi dari kemungkinan pengumuman pengurangan The Fed dalam beberapa bulan ke depan, serta penyebaran varian delta dari virus corona dan tindakan keras China.

Secara teknikal, IHSG menguji support bullish trend jangka menengah yang berada di kisaran MA50 pada level 6.057, sebagai konfirmasi mempertahankan posisi di atas level psikologis 6.000.

Momentum bearish terbentuk pasca dead-cross pada area oversold indikator stochastic, dengan pelemahan pergerakan histogram yang mengkonfirmasi cross over negatif pada indikator MACD yang akan menjadi indikasi pelemahan lanjutan.

“IHSG berpotensi kembali tertekan dengan support resistance 6.051-6.135,” ujarnya.

Pelemahan IHSG ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Banyak analis mengaitkan pelemahan ini dengan kondisi Pandemi Covid-19 sekarang ini, terutama sejak pemerintah memberlakukan PPKM.

Di sisi lain, PPKM masih akan berlanjut sampai beberapa hari ke depan. Di Pulau Jawa-Bali, PPKM Level 4 masih akan berlangsung hingga 16 Agustus 2021 nanti. Sementara di luar Jawa akan berlangsung hingga 23 Agustus 2021.

Sementara itu, Analis sekaligus CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan pergerakan IHSG hari ini berpotensi berada dalam tekanan melanjutkan pelemahan indeks pada awal pekan ini.

William menjelaskan, pergerakan IHSG masih menunjukkan pola tekanan terbatas. Minimnya sentimen serta perlambatan roda perekonomian yang masih terjadi menurutnya menjadi tantangan tersendiri bagi emiten yang berada dalam pasar modal.

Oleh sebab itu, lanjut dia, belum terlihat pemicu yang dapat mendorong kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

“Selain itu fluktuatif harga komoditas dan nilai tukar rupiah belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG sehingga IHSG masih berpotensi berada dalam tekanan,” paparnya dalam publikasi riset, dikutip Rabu (11/8/2021).

Secara teknikal, IHSG akan bergerak di rentang konsolidasi di level 6.001 — 6.202. Pada penutupan perdagangan Selasa (10/8/2021), IHSG melemah 0,64 persen atau 39,05 poin ke level 6.088,41. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 6.042,48-6.147,77.

Data menunjukkan sebanyak 190 saham bergerak di zona hijau, 314 saham menurun, sedangkan 239 saham tidak berubah dari harga penutupan sehari sebelumnya.

Total transaksi dua hari lalu tercatat senilai Rp 12,62 triliun. Investor asing melakukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 14,87 miliar dengan pembelian terbanyak pada saham ASII sebanyak Rp 69,4 miliar dan BBCA sebesar Rp 46,6 miliar.

img-ads

You may also like

img-ads