Computer Mining News

Harga VGA Card Miner Bisa Naik Turun, Salah Satunya Dipicu Kondisi Pasar Crypto

single-image

Fintexnews.com – Baru-baru ini aset crypto sempat menguat dan stabil cukup lama. Namun bagi kalian para penambang (miner) crypto, sebaiknya jeli membaca pasar sebab bisa berpengaruh pada harga perangkat komputer kalian.

Walaupun, sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi harga VGA, misalnya faktor hukum pasar supply and demand, kemudian persoalan distribusi, faktor perekonomian negara, krisis pasar global, kemudian krisis pada perodusen atau pabrikan.

Kondisi pasar crypto juga bisa berpengaruh pada harga VGA. Ini bisa dilihat baru-baru ini ketika harga Video Graphics Array (VGA) Card fluktuatif pada periode awal hingga akhir Juli 2021. Saat crypto sedang moncer-moncernya, terpantau harga VGA di pasaran mengalami kenaikan harga, walaupun untuk tipe tertentu teramati stagnan, ada juga yang turun.

Untuk VGA RTX 3060 Ti misalnya, pada awal Juli masih terpantau € 777 euro (Rp 13.100.664). Namun pada periode akhir Juli turun menjadi € 749 euro (Rp 12.628.568). Namun untuk jenis lain justru naik. Misalnya untuk Geforece RTX 3090 pada awal Juli harganya masih € 1,889 euro (Rp 31.847.690), namun pada akhir Juli sudah € 1,949 euro (32.859.263).

Fluktuasi harga perangkat VGA card tersebut menjadi bukti kalau infrastruktur atau perkakas komputer sebagai alat menambang sangat terpengaruh pada kondisi pasar crypto saat itu. Pada awal Juli lalu kondisi pasar masih kurang stabil. Namun tiba-tiba pada akhir Juli berubah sebah pergerakan pasar.

Bagi para miner, komputer dengan VGA canggih ini menjadi sebuah keniscayaan. Sebab jamak para penggemar crypto tahu, untuk menambang uang kripto, miner biasanya akan menggunakan seperangkat komputer yang dikhususkan untuk menambang.

Dan hal yang paling penting dari komputer tersebut adalah GPU (Graphics Processing Unit) atau juga sering disebut sebagai VGA (Video Graphics Array). Semakin tinggi spesifikasi VGA yang digunakan, kemungkinan mendapatkan uang kripto lebih banyak juga semakin besar.

Hal terebut dipengaruhi dengan jumlah hash rate atau tingkat kecepatan menambang. Ketika pamor crypto naik, jumlah penambang juga melejit, maka permintaan VGA menjadi meningkat.

Ini menciptakan kelangkaan VGA di pasaran lalu berpengaruh pada harga di pasaran. Akibatnya, banyak orang yang hendak merakit PC sendiri mengurungkan niatnya karena harga VGA yang tidak masuk dalam budget-nya itu.

Sebenarnya dari rentetan faktor penyebab kelangkaan dan mahalnya harga VGA ini secara garis besar bisa disimpulkan pada tiga hal saja, berikut ini tiga faktor tersebut yang dirangkum fintexnews dari berbagai sumber:

1. Krisis Pada Produsen VGA

Kalian harus tahu, produsen VGA seperti AMD dan NVIDIA tidak membuat chip GPU mereka sendiri. Mereka hanya mengembangkan dan merancang VGA terbaru hingga akhirnya menjadi produk akhir yang bisa diproduksi masal.

Selanjutnya, AMD dan NVIDIA biasanya akan meminta perusahaan produsen lain untuk memproduksinya dalam jumlah yang banyak. Salah satu perusahaan produksi terbesar yang dipercayakan oleh AMD dan NVIDIA adalah TSMC yang berada di Taiwan.

TSMC atau Taiwan Semiconductor Manufacturing Company merupakan perusahaan produsen semikonduktor yang mampu memproduksi berbagai chip atau prosesor untuk perusahaan seperti AMD, Apple, NVIDIA, MediaTek, dan lainnya.

Namun, saat ini TSMC tengah mengalami krisis. Sehingga mereka kesulitan untuk memenuhi permintaan chip dari berbagai perusahaan. Hal ini dikerenakan Taiwan sedang mengalami kekeringan parah, sehingga kebutuhan suplai air bersih untuk produksi chip dan prosesor menjadi kurang dan terjadi penghambatan produksi.

Tidak sampai di situ, adanya perpecahan politik antara Tiongkok dengan Taiwan juga berpengaruh terhadap kondisi TSMC. Sehingga ada banyak pekerja TSMC yang berkewarganegaraan Tiongkok kesulitan untuk masuk dan keluar dari negaranya bekerja di TSMC.

Mengetahui situasi yang semakin tidak kondusif, CEO TSMC, C.C. Wei mengungkapkan bahwa krisis produksi chip di TSMC akan terus berlanjut hingga tahun 2022. Terlebih masa pandemi COVID-19 yang masih belum usai, sehingga masih memperlambat jalur produksi hingga distribusi. Sehingga kemungkinan besar harga VGA belum akan normal hingga tahun 2022 nanti.

2. Jalur Distribusi Internasional yang Terganggu

Faktor berikutnya yang membuat VGA menjadi langka dan harganya terus melambung adalah distribusi yang tersendat. Sejak pandemi COVID-19 melanda, industri pelayaran internasional mengalami gangguan dalam pengiriman barang antar negara maupun benua.

Mengutip Gizmodo.com, pengiriman barang antar negara lewat jalur laut tengah mengalami gangguan. Hal tersebut dikarenakan pelabuhan kesulitan untuk memasukan barang. Ditambah dengan kekurangan pekerja akibat COVID-19 dan membludaknya pengiriman barang e-commerce menjadi alasan terbesar mengapa barang-barang impor sult untuk masuk ke pelabuhan.

Oleh karena itu, para pemiliki jasa pengiriman barang lewat jalur laut kini mematok harga yang lebih tinggi dari biasanya. Hal tersebut dilakukan untuk menutup kerugian yang disebabkan pandemi. Naiknya harga jasa turut berimbas pada harga barang, termasuk VGA.

3. Scalper atau penimbun

Momen seperti ini ternyata juga dimanfaatkan oleh para oknum nakal yang mencari keuntungan besar, yang biasa disebut sebagai scalper atau penimbun. Yup, para scalper biasanya memborong semua stok VGA yang tersisa dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga normal.

Tidak heran kalau beberapa VGA keluaran baru, seperti RTX 3000 series menjadi sangat langka dan harganya terpaut sangat jauh dari harga aslinya. Scalper ini juga menjadi penyebab utama mengapa VGA langka dan mahal harganya.

Nah itu dia beberapa alasan mengapa VGA menjadi sangat langka dan harganya menjadi lebih mahal. Semoga keadaan cepat pulih, sehingga harga dan ketersediaan VGA menjadi normal.

img-ads

You may also like

img-ads