Blockchain

Keren! Teknologi Blockchain Jadi Solusi Keruwetan Rantai Distribusi Vaksin Covid-19

single-image

Fintexnews – Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) bukan hanya mewabah di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Sudah satu setengah tahun lebih dunia dilanda pagebluk virus asal Wuhan China ini.

Saat ini, solusi paling penting untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan program vaksinasi massal. Masalahnya adalah, tidak semua negara memiliki manajemen pandemi yang baik–terutama keruwetan rantai pasokan–sehingga vaksinasi belum maksimal.

Nah, untuk mempermudah hal itu perusahaan blockchain mengambil peran bertindak cepat untuk mengusulkan cara-cara di mana teknologi dapat menawarkan solusi bagi rintangan rantai distribusi pasokan logistik itu. Sebab persoalan distribusi vaksin akan berdampak pada kondisi vaksin, misalnya akan menjadi kedaluwarsa.

Sebuah perusahaan teknologi raksasa di India, Tech Mahindra, bermitra dengan perusahaan blockchain StaTwig untuk memberikan solusi “VaccineLedger” pada 2019 di India dan Amerika Serikat. Solusi VaccineLedger ini diharapkan akan menyelesaikan persoalan distribusi vaksin di seluruh dunia.

VaccineLedger berfokus pada peningkatan transparansi rantai pasokan vaksin sejak dalam kemasan botol. Tujuannya untuk memprediksi dan mencegah masalah seperti kedaluwarsa stok, pemalsuan, kualitas kontrol dan ketersediaan vaksin.

Solusi ini muncul setelah upaya kesepakatan pertukaran vaksin antara Israel dan Inggris gagal – menyebabkan pemborosan 1 juta dosis Pfizer — sehingga kebutuhan solusi semacam itu lebih sangat penting.

Solusi StaTwig mendukung integrasi kontrak pintar dan teknologi IoT (Internet of Think) untuk mendeteksi produk yang akan kedaluwarsa. Kemudian memastikan kontrol suhu untuk unit-unit sensitif.

Ketika bermitra dengan Tech Mahindra, StaTwig akan memanfaatkan keahlian sumber daya perusahaan dan integrasi sistem mereka untuk mendukung pengimplementasian solusi sistem di seluruh dunia.

Selain itu, kedua perusahaan tersebut telah bersama-sama mengembangkan beberapa modul keamanan perusahaan untuk solusi aplikasi seluler dan web, yang dirancang untuk memenuhi berbagai persyaratan produsen dan pemerintah di yurisdiksi yang berbeda.

Meskipun begitu, tantangan yang dihadapi berbagai negara berbeda-beda: di Amerika Serikat, jutaan dosis vaksin COVID-19 saat ini berisiko kadaluwarsa pada akhir musim panas ini karena keraguan vaksin di banyak negara.

Namun sebagian besar negara di Global South (negara-negara miskin di belahan bumi Selatan) menghadapi masalah yang lebih kritis — kekurangan vaksin sama sekali. Sedangkan negara-negara di Global North (negara-negara maju di belahan utara) menyumbang 85 persen dari suntikan yang diberikan di seluruh dunia.

Sementara negara-negara berpenghasilan terendah saat ini hanya menyumbang 0.3 persen dari dosis vaksin yang diberikan hingga saat ini. Sementara solusi buku besar yang efisien dan terintegrasi secara global tidak dapat mengatasi ketidaksetaraan vaksin, yang akarnya bersifat politis.

Sehingga solusi ini dapat bertujuan untuk membantu para pelaku global mengurangi dampak terburuk dari limbah, birokrasi, dan keterlambatan pengiriman karena inefisiensi logistik. Di daerah di mana vaksin masih langka, peningkatan efisiensi ini dapat membantu memastikan bahwa sedikit yang tersedia dapat digunakan dengan cepat dan maksimal.

Rajesh Dhuddu dari Tech Mahindra telah mengklarifikasi ruang lingkup dan tujuan produk, dengan menyatakan:

“Pemborosan obat-obatan yang menyelamatkan jiwa seperti vaksin harus diprioritaskan dan kita perlu bersama-sama untuk menemukan solusi secara efektif di sini. Kemitraan strategis kami dengan StaTwig akan memberi peserta rantai pasokan satu aplikasi untuk meningkatkan keterlacakan. Ini tidak hanya akan memastikan keamanan dan validitas pasokan vaksin tetapi juga membantu kepatuhan terhadap persyaratan peraturan yang kompleks, yang ditetapkan oleh Otoritas Administrasi Obat di negara mana pun.”

Salah satu negara yang telah memanfaatkan teknologi ini adalah Inggris. Layanan Kesehatan Nasional Inggris telah menggunakan dalam skala terbatas, sistem berdasarkan Hadera Hashgraph untuk memantau penyimpanan dingin vaksin. Teknologi blockchain telah digunakan untuk mengelola catatan vaksinasi serta paspor kesehatan digital.

img-ads

You may also like

img-ads