Cryptocurrency Market News

Pasar Crypto Bergeliat, Investor Raup Untung Sepekan Ini

single-image

Fintexnews.com – Dalam sepekan terakhir para investor cyrpto sepertinya meraup untung luar biasa. Sebab harga Bitcoin dan sejunlah Altcoin naik variatif.

Banyak analisis mengaitkan menggeliatnya pasar cypto ini dipengaruhi oleh banyak variabel, salah satunya efek pengetatan regulasi di China yang membuat para miners (penambang) migrasi besar-besaran ke negara lain.

Hal ini agaknya mendorong penguatan infrastruktur di sejumlah negara. Namun ada juga yang menyebut kenaikan gila-gilaan sejumlah aset crypto ini lebih karena technical rebound. Maklum, sebelumnya harga sempat anjlok parah.

Adapun untuk harga crypto pagi ini, dikutip dari Coinmarketcap, dari 10 koin crypto raksasa, 7 diantaranya telah menguat. Sementara 3 lainnya melemah. Bitcoin misalnya, terkoreksi 0,36 persen ke USD 41.755,11/koin selama 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum naik 4,48 persen pagi ini.

Namun, dalam sepekan, Bitcoin melesat 22,66 persen, mendaki level tertingginya sejak terjadi aksi jual besar-besaran (sell-off) pada pertengahan Mei lalu. Ini menandai sentimen bullish bitcoin setelah ‘terjun bebas’ dan melakukan konsolidasi harga di atas level support USD 30.000 selama dua bulan.

Adapun token polkadot menjadi yang paling mencuat di antara 9 raksasa koin lainnya dalam 24 jam terakhir dan sepekan, dengan menguat masing-masing sebesar 16,07 persen dan 38,32 persen.

Berbeda dengan yang lainnya, Tether dan USD Coin malah loyo, baik dalam sehari dan seminggu. Tether, misalnya, turun 0,07 persen dalam 24 jam belakangan dan 0,03 persen dalam sepekan.

Altcoin dengan kenaikan melejit dalam 24 jam terakhir adalah koin siacoin yang melejit 41,97 persen ke USD 0,01977/koin, kendati masih belum mencapai level tertinggi sepanjang masanya pada 7 Januari 2018 ketika di posisi USD 0,09168/koin.

Sementara untuk top gainers dalam sepekan dipegang oleh THORChain yang melonjak 88,20 persen ke USD 6,38/koin. Harga tersebut masih jauh berada di bawah level tertinggi sepanjang masanya yang dicapai pada 16 Mei 2021 di USD 19,46/koin.

Adapun untuk top losers 24 jam terakhir diduduki oleh koin Helium yang ambles 6,19 persen, tetapi masih tumbuh 22,85 persen dalam sepekan. Adapun top losers sepekan jatuh pada saham MDEX yang turun 4,34 persen ke USD 1,15/koin.

Beberapa analis memperkirakan bitcoin akan tetap berada di range harga USD 30.000 – USD 40.000, karena saat ini penguatan bitcoin perlu rehat sejenak.

“Kami memperkirakan bahwa pasar akan terus berada dalam kisaran USD 30.000 – USD 40.000 dalam jangka pendek. Menjelang berakhirnya akhir bulan Juli, kami memperkirakan bitcoin akan cenderung bertahan saat minat pasar kembali terbuka,” demikian keterangan dari QCP Capital, dikutip dari CoinDesk.

Sehari setelah berita bahwa RUU infrastruktur bipartisan di Kongres Amerika yang mengusulkan peningkatan sebesar USD 28 miliar, sejumlah saham terkait crypto menurun, namun untuk bitcoin dan sebagian besar crypto lainnya kembali menguat.

Asal tahu saja, bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa mendekati USD 65 ribu pada pertengahan April seiring memuncaknya euforia pasar dan bursa Coinbase Amerika go public. Namun, kemudian penuh ketidakpastian setelah ‘dimusuhi’ oleh berbagai otoritas di banyak negara.

Paling mencolok kondisi di China yang melarang aktivitas ‘penambangan’ dan perdagangan aset crypto. Selain tidak ramah lingkungan karena membutuhkan banyak energi, perdagangan aset crypto juga penuh spekulasi.

Padahal, ‘penambangan’ bitcoin di China mewakili 70 persen pasar dunia. Kini para penambang itu memindahkan operasinya di luar negeri dengan kapasitas data yang terbatas dan hambatan logistik.

“Banyak pemain besar yang tidak online lagi sejak Juni atau Juli,” kata Thomas Heller, Chief Business Officer di Compass Mining seperti dikutip dari Reuters.

Beberapa analis memperkirakan bitcoin akan tetap berada di range harga USD 30.000 – USD 40.000, karena saat ini penguatan bitcoin perlu rehat sejenak.

Berikut ini kesimpulan tiga analisis penguatan gila-gilaan aset crypto dalam sepekan terakhir, dikutip dari berbagai sumber:

Bitcoin Network

Efek buruk saat China melarang mining membuat para miners berpikir keras. Mereka akhirnya mencari alternatif lain untuk tetap membuat bisnis bisa berjalan seperti biasa. Penurunan tingkat hash juga membuat beberapa investor khawatir. Namun sekarang, semua tampaknya sudah mulai kembali normal.

Ini terjadi karena sekarang tingkat has sudah mulai meningkat. Ini berarti para miners sudah mulai berpindah tempat dan menghidupkan mesin mereka kembali. Mereka jelas mencari alternatif tempat baru yang ramah untuk para miners. Dan sekarang, hampir semua bisa bernapas lega untuk saat ini.

Misalnya kita bisa mencari tahu tentang para miners di Nevada. Sebuah perusahaan yang bernama Black Rock Petroleum telah membuat kesepakatan dengan para Miners. Mereka menjalin kerja sama untuk menghidupkan kembali 1 juta mesin mining. Dan semua mesin itu akan dioperasikan di Kanada.

Mining Difficulty

Namun ternyata semua itu masih jauh dari kata semula. Ini dikarenakan hanya sebagian miners yang kembali beroperasi. Pasalnya mereka juga butuh waktu lama untuk migrasi ke tempat yang baru. Selain itu, hash juga perlu beberapa waktu lagi untuk pulih dengan tingkat yang sama.

Jadi ini untuk para miners dirasa cukup sulit. Mungkin mereka butuh waktu sekitar 18 bulan untuk mengembalikan tingkat hast yang lebih tinggi. Namun kesulitan ini juga dirasa cukup sepadan dengan apa yang akan mereka dapatkan nantinya. Jadi kesabaran para miners akan terus kita lihat dan pantau saja.

Miners making profit

Dengan jaringan yang sudah bisa dikatakan pulih, para miners juga jelas mendapatkan untung. Dari SMA 30 hari, sudah ada peningkatan pendapatan untuk para miners. Dimulai dari awal bulan ini, sebagian para miners sudah kembali mendapatkan pendapatan. Ini merupakan indikasi yang bagus untuk para investor.

img-ads

You may also like

img-ads