Cryptocurrency Market News

Percepat Pendirian Bursa, Wamendag RI Sebut Crypto Bisa Jadi Sumber Pendapatan Negara

single-image

Fintexnews.com – Para penggemar crypto perlu tahu update informasi terbaru terkait kebijakan cryptocurrency di Indonesia. Terkini, kabar cukup menggembirakan datang dari Kementerian Perdagangan (Mendag).

Setelah beberapa waktu lalu mewacanakan rencana pendirian Bursa Crypto, sekarang kementerian urusan perdagangan tersebut kembali memanasi isu dengan pemberian dukungan terhadap aset digital tersebut.

Kementerian menilai aset kripto (cryptocurrency) bisa memiliki potensi yang besar dan bisa menjadi salah satu kontributor pendapatan negara. Bukan tidak mungkin, seiring berjalannya waktu aset ini bisa berkontribusi kepada negara.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Ia menegaskan pemerintah akan mempercepat mendirikan bursa perdagangan khusus aset kripto mengingat potensinya yang besar. Secara riil, perdagangan aset kripto di Indonesia telah mencapai Rp 300 triliun.

“Dengan bursa, negara bisa melakukan fungsi pengawasan, pencatatan, pengelolaan potensi dan resiko serta perlindungan konsumen. Karena itu, bursa kripto harus segera kita dirikan,” kata Jerry, dalam keterangan tertulis, Selasa (17/8/2021).

Jerry mengatakan, saat ini memang aset kripto belum dicantumkan secara resmi dalam data perdagangan digital. Ini disebabkan karena belum terbentuknya bursa khusus untuk aset kripto.

“Mudah-mudahan dalam semester kedua 2021 ini bursa kripto sudah resmi berdiri di Indonesia.” katanya menegaskan.

Jerry menegaskan pemerintah akan terus memetakan berbagai potensi produk keuangan digital. Salah satunya, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait untuk membentuk jaringan digitalisasi perdagangan.

“Dalam hal ini kami berhubungan dengan Bank Indonesia, penyedia layanan digital swasta dan lain-lain. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai perlunya transformasi ke perdagangan digital,” ujarnya.

Sebagai informasi, pemerintah Amerika Serikat (AS) sebelumnya telah mewajibkan seluruh transaksi kripto lebih dari USD 10.000 atau setara Rp 145 juta (kurs Rp 14.500/USD) dilaporkan ke Otoritas Pajak AS (Internal Revenue Service/IRS).

Kebijakan serupa juga sudah dilakukan otoritas China yang sudah terlebih dahulu melakukan pengetatan terhadap transaksi aset kripto.

Sejumlah negara di Amerika Selatan kepincut Crypto

Di sisi lain, dukungan terhadap aset digital ini terus datang dari kawasan Benua Amerika Selatan. Terbaru adalah Argentina yang mewacanakan penggunaan crypto sebagai alat tukar yang sah sebagai mata uang.

Seperti dikatakan Presiden Argentina Alberto Fernandez. Ia mewacanakan akan mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran sah di salah satu televisi lokal. Ia bahkan menyarankan secara terbuka agar negaranya mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran sah untuk melawan inflasi.

Ketika ditanya apakah Argentina akan mengikuti jalan El Salvador dalam hal adopsi Bitcoin, presiden berkata, “Saya tidak ingin mengambil risiko terlalu jauh, tetapi tidak ada alasan untuk mengatakan tidak.”

Dalam indeks inflasi dunia, seperti dikutip dari Trading Economics kondisi Argentina saat ini memang mengkhawatirkan. Tingkat inflasi negara itu mencapai 51,8 persen. Terkait statistik ini, pada 2020 Bloomberg’s World Misery Indez mencatat Argentina sebagai negara dengan perekonomian paling sengsara kedua di dunia.

Fernandez memang mewarisi kondisi perekonomian yang buruk dari presiden sebelumnya, Mauricio Macri. Pada awal masa pemerintahan Macri dulu, uang USD 100 setara dengan USD 661 saat ini. Dengan kondisi itu, kebutuhan negara akan menyimpan Bitcoin akan sangat sulit.

Penting untuk dicatat, Argentina dan El Salvador sama-sama menderita inflasi. Sementara dolar AS bukanlah alat pembayaran yang sah di Argentina, dan mereka memiliki kontrol pertukaran mata uang yang ketat, sehingga menciptakan pasar gelap untuk mata uang asing dan digital.

Bagaimanapun, Fernandez sejauh ini masih meredam minatnya pada cryptocurrency seperti Bitcoin untuk melindungi nilai potensialnya terhadap inflasi dengan cara tetep bersikap hati-hati.

“Ini adalah debat global, dan saya harus mengakui bahwa itu adalah topik yang saya amati dengan hati-hati,” katanya menegaskan.

Minat terhadap cryptocurrency telah meningkat pesat di Argentina dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena dapat digunakan sebagai eksposur tidak langsung terhadap dolar AS.

Dengan begitu, uang crypto dianggap mampu melindungi investor di negara tersebut dari devaluasi mata uang lokal, yakni peso Argentina. Selain Bitcoin, stablecoin seperti DAI juga populer di kalangan pedagang Argentina.

img-ads

You may also like

img-ads