Binance Cryptocurrency Market

Sepanjang 2021, Binance Jadi Aset Crypto dengan Kinerja Terbaik

single-image

Fintexnews.com – Bagi para penggemar crypto, performa aset tentu menjadi salah satu faktor fundamental dalam pertimbangan rencana tradingnya. Nah, kalian pasti ingin tahu aset crypto berkinerja terbaik sepanjang tahun ini.

Dikutip dari coinmarketcap.com, Binance Coin (BNB) rupanya masih jadi aset crypto dengan kinerja paling baik sepanjang 2021. Minggu 8 Agustus 2021, pukul 08.30 WIB, BNB berada di USD 351,77.

Jika dihitung secara year to date (ytd), BNB telah menguat 822,31 persen mengingat pada akhir tahun 2020 masih berada di level USD 38,14. Sementara aset crypto dengan kinerja tertinggi berikutnya adalah Cardano yang berhasil menguat 664,83 persen.

Untuk detailnya, daftar kinerja aset kripto secara year to date sebagai berikut: Bitcoin pada akhir 2020 berada di level USD 29096.69, menjadi USD 44216.58 sepanjang 2021 ini atau naik 51.96 persen.

Berikutnya Ethereum, pada akhir 2020 berada di level USD 734.01, naik menjadi USD 3126.57 atau 325.96 persen. Disusul Binance Coin dari USD 38.14 menjadi USD 351.77 atau naik 822.31 persen. Selanjutnya Cardano dari USD 0.1922 pada akhir 2020 menjadi USD 1.47 sepanjang 2021 naik 664.83 persen.

Presiden Komisioner HFX International Sutopo Widodo menuturkan BNB masih cukup menarik untuk dikoleksi walaupun secara psikologi pergerakannya saat ini cenderung terbatas. Secara fundamental, BNB juga punya nilai use and case yang kuat, sehingga mampu menopang pergerakan harganya.

“Jaringan Binance ini kan merupakan platform yang punya biaya murah, cepat, dan kerap ada diskon sehingga menarik minat banyak penggunanya. Sehingga secara fundamental selalu dibutuhkan dan membuat harganya akan ikut mengalami kenaikan,” kata Sutopo, dikutip dari Kontan.co.id, Jumat 6 Agustus 2021.

Namun Sutopo tak menampik ada risiko yang membayangi pergerakan harga BNB seiring aksi penolakan dari beberapa negara terhadap Binance. Walau begitu, ia meyakini, dengan pertumbuhan industri kripto serta minat investor, lalu regulasi yang akan lebih jelas ke depannya, maka BNB dan aset kripto lainnya masih akan tetap bisa tumbuh.

Co-founder Cryptowatch dan pengelola channel Duit Pintar Christopher Tahir juga mengamini hal tersebut masih akan jadi penghambat kinerja BNB dalam waktu dekat. Hanya saja, karena BNB juga ditopang oleh pengguna aktifnya, hal tersebut masih akan jadi penopang pergerakan harganya.

“Apalagi, setiap mendapatkan keuntungan, BNB melakukan burning coinnya sehingga menjaga pasokan yang ada, sekaligus membuat harganya ikut terjaga,” imbuh Christopher.

Sementara terkait aset kripto dengan kinerja terbaik kedua sepanjang tahun ini, Cardano, Christopher meyakini prospeknya cenderung terbatas. Pasalnya, sebelumnya tim pengembang Cardano telah menjanjikan penyelesaian proyeknya, namun nyatanya hingga saat ini belum kunjung direalisasikan.

Ketimbang Cardano, Christopher menyebut Ethereum (ETH) jauh lebih menarik untuk jangka pendek. Hal ini seiring dengan adanya proyek Hard Fork London di sistem blockchain Ethereum yang mengubah skema besaran ongkos transaksi (gas fees) sekaligus mempermudah penambangan ETH. Namun ketika hype tersebut mereda, kenaikan harganya juga akan berakhir.

Dari pergerakan harganya, untuk Cardano, Christopher menyebut supportnya berada di USD 1,17 dengan level resistance di USD 1,5. Sementara untuk harga BNB, Sutopo menyebut jika BNB bisa melampaui harga USD 360 per BNB, maka akan ada kemungkinan untuk melanjutkan reli ke harga USD 425 per BNB.

Lalu dari sisi support, untuk BNB berada di USD 304,38 per BNB. Christopher memperkirakan support BNB ada di USD 290 dengan resistance di USD 365 per BNB.

img-ads

You may also like

img-ads