News Stok

Setelah Borong 3,5 Juta Lembar, Ini Tips Main Saham Ala Lo Kheng Hong

single-image

Fintexnews.com – Lo Kheng Hong (LKH) kembali menjadi sorotan di kalangan pemain saham tanah air. Pria yang dijuluki sebagai Warreng Buffett-nya Indonesia itu memborong 3,5 juta lembar saham BMTR di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ia misalnya, membeli saham MNC Group yang dipimpin Hary Tanoesoedibjo, PT Global Mediacom Tbk (BMTR), Jumat 20 Agustus 2021. Dengan demikian, sahamnya pun bertambah dari 1.009.193.700 pada 16 Agustus 2021 menjadi 1.012.693.700 pada 18 Agustus 2021.

Setelah transaksi, persentase kepemilikannya naik dari 6,09 persen menjadi 6,11 persen per akhir sesi 18 Agustus 2021. Padahal, saham BMTR stagnan di level Rp 270 pada sesi 18 Agustus 2021.

Total nilai transaksi perdagangan di pasar reguler, tunai, dan negosiasi senilai Rp 12,69 miliar. Lo Kheng Hong terpantau beberapa kali mengakumulasi saham BMTR sepanjang periode berjalan 2021.

Pada Januari 2021 misalnya. Dia membeli 1,5 juta lembar dan 7,2 juta lembar pada akhir Januari 2021. Lo Kheng Hong lanjut memborong 15,54 juta saham BMTR pada awal Februari 2021 dan terus bertambah hingga menembus angka kepemilikan 6,09 persen per 16 Agustus 2021.

LKH pun buka-bukaan mengenai alasannya menjadi seorang investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 1989 silam. Investasi ini dimulainya dengan menyisihkan gajinya saat masih bekerja di sebuah bank hingga akhirnya pada 1996 dia memutuskan untuk fokus menjadi investor saham.

Dia menyebutkan potensi untuk berinvestasi di saham lebih besar dibanding hanya menyimpan uang di bank. Kendati dia pernah bekerja di bank. Bahkan sampai sekarang Ia mengaku tidak menyimpan dananya di bank.

“Kenapa saya memilih untuk menjadi investor saham karena di bursa saham itu ada uang yang sangat besar. Kita lihat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada saat ini saham-saham yang diperdagangkan nilainya kira-kira Rp 7 ribu triliun lebih,” kata dia dalam sebuah webinar CNBC Indonesia, Rabu (18/8/2021).

Pasar Saham Tempat yang Tepat Cari Cuan

Untuk itu, menurut dia pasar saham adalah tempat yang tepat untuk bisa mencari kekayaan. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah bahwa emiten memberikan produk dan jasa kepada masyarakat.

Bahkan produknya bisa dilihat sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga berkegiatan sehari-hari, bahkan beberapa di antaranya produknya ada yang mendunia. “Kenapa saya memilih untuk menjadi investor saham karena perusahaan publik banyak menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya dia.

Selain itu, pertimbangannya adalah perusahaan publik merupakan pembayar pajak yang besar untuk Indonesia.

Dia mencontohkan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) pada 2019 lalu membayarkan pajak hingga Rp 70 triliun kepada negara, bahkan di tengah pandemi tahun lalu pajak yang disetorkan nilainya naik menjadi Rp 80 triliun.

“Pajak dipakai untuk apa? Untuk pembangunan, untuk membantu rakyat miskin, untuk penanganan pandemi ini,” katanya menegaskan.

Alasan selanjutnya adalah karena BEI terbukti memberikan imbal hasil yang tertinggi bagi dirinya. Lalu, untuk bisa mendulang cuan di bursa saham itu sangat mudah, sebab tinggal membeli saham dan tinggal menunggu untuk mendapatkan keuntungan.

Dia mencontohkan langkah investor global yang menjadi panutannya, Warren Buffet, pemilik Berkshire Hathaway Inc, yang membeli saham Apple Inc. yang kemudian mendapatkan keuntungan hingga Rp 600 triliun.

“Cari duit di mana sih beli saham satu, engga usah kerja keras bisa dapet uang Rp 600 triliun. Jadi itulah mengapa saya memilih menjadi investor saham karena enam hal itu,” tandasnya

Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor paling sukses di pasar modal Tanah Air. Dia memegang lima emiten dengan porsi di atas 5 persen, yakni saham emiten pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), kontraktor batu bara PT Petrosea Tbk (PTRO).

Kemudian emiten logistik dan pelayaran PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), emiten media PT Global Mediacom Tbk (BMTR), dan emiten multifinance PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN).

img-ads

You may also like

img-ads