Cryptocurrency Ethereum

Wow! Bitcoin Mulai Goyah, Dominasinya di Pasar Crypto Tergerus Ether

single-image

Fintexnews.com – Kabar kurang menyenangkan bagi para penggemar Bitcoin (BTC). Terbaru, dominasi Bitcoin sebagai aset dan mata uang di pasar crypto mulai goyah. Bahkan Bitcoin berhasil disalip kompetitornya, Ether.

Ether kini memang mulai menanjak dan menjadi pusat perhatian pasar dunia. Ether menyalip Bitcoin dalam jumlah alamat aktif dalam jaringan blockchain Ethereum, Jumat, 2 Juli 2021. Ini sinyal bahaya bagi Bitcoin. Sebab di waktu bersamaan, alamat aktif Bitcoin justru menurun.

Berdasarkan data dari Bitinfocharts, alamat aktif peminat Ether mencapai 757.859. Jumlah ini sekitar 49.154 lebih banyak dari Bitcoin, yang saat ini memiliki 708.705 alamat aktif. Ironisnya, jumlah total alamat aktif di jaringan bitcoin turun 38 persen dari puncak April lalu, sebanyak 1,1 juta alamat aktif.

Ether merupakan mata uang kripto hasil dari open-source berbasis blockchain Ethereum. Ethereum sendiri resmi diluncurkan pada 2015 dengan keunggulan pada sistem Smart Contracts dan Distributed Applications yang berjalan tanpa batasan waktu, kontrol, dan jaminan tanpa adanya gangguan pihak ketiga.

Kepala Divisi Penjualan (Head Sales) Perusahaan Exchanger Crypto Eqonex, Justin d’Anethan, mengungkap ada berbagai alasan penyebab penurunan Bitcoin. Di antaranya, kata dia, aksi jual besar-besaran dalam cryptocurrency pada bulan Mei lalu dan pengurangan kekuatan hashing penambang Bitcoin dari tindakan keras penambangan China.

“Kondisi ini ditambah dengan kebangkitan Ethereum dan utilitasnya yang berkontribusi pada kondisi Ethereum sehingga menyalip bitcoin dalam hal jumlah alamat aktif,” kata d’Anethan.

Larangan perdagangan aset crypto di China diperkirakan telah menutup lebih dari 90 persen operasi penambangan Bitcoin. Produksi Ether juga terpukul, tetapi dampaknya terlihat berkurang ketika kemunculan Ethereum 2.0 pada 2022 yang tidak memerlukan penambangan.

Penurunan alamat aktif adalah tanda bahwa permintaan Bitcoin memudar dengan cepat. Ini dampak dari semakin banyaknya orang menjual cryptocurrency. Pada saat sama, pedagang mungkin menunggu untuk membeli saat penurunan harga. Itu adalah tren bearish untuk harga cryptocurrency, demikian dikatakan beberapa komentator pasar.

Harga Bitcoin telah turun sekitar 50 persen sejak puncak pertengahan April di USD 64.829, diperdagangkan di sekitar USD 33.482 pada Jumat pagi. Selama periode yang sama, token Ether telah turun 11 persen menjadi sekitar USD 2.039, dan turun lebih dari 50 persen pada rekor tertingginya sendiri di USD 4.380 pada Mei.

Beberapa ahli melihat Ethereum bakal meledak di pasaran, mengingat kemudahan penggunaan token dan fleksibilitas teknologi yang menopang jaringannya. Ether menggunakan platform terdesentralisasi dengan keunggulan sistem “kontrak pintar” dan aplikasinya sulit diubah.

“Ethereum akan selalu menjadi platform pilihan untuk membangun kontrak pintar, karena kematangan ekosistemnya. Untuk tujuan ini, Ethereum telah menjadi platform pilihan untuk membangun aplikasi terdesentralisasi,” kata d’Anethan.

Berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi atau Decentralized Finance (DeFi), akan banyak dimanfaatkan untuk tabungan, pinjaman, perdagangan, manajemen aset, dan asuransi, hingga media kreatif seperti seni dan musik dengan NFT (non-fungible token), hingga dunia game dan koleksinya

Menurut d’Anethan, ada tingkat adopsi yang tinggi dari aplikasi keuangan sistem DeFi, atau aplikasi-aplikasi perusahaan seperti hanlnya Compound, UniSwap dan SushiSwap. “Aplikasi ini biasanya dibangun di atas Ethereum, jadi ini telah mendorong jumlah alamat aktifnya,” katanya.

“Alamat Ethereum memberdayakan orang untuk menjadi agen ekonomi di dunia digital,” Lex Sokolin, Kepala Divisi Ekonomi di Perusahaan Blockchain ConsenSys menegaskan kepada Insider.

img-ads

You may also like

img-ads